Implikasi/Implementasi Perkembangan Teknologi Komunikasi terhadap Peran dan Tugas PR

Seiring dengan perkembangan jaman, banyak pula perkembangan yang terjadi dalam teknologi komunikasi. Hampir semua bidang pekerjaan menggunakan perkembangan teknologi komunikasi, terutama pekerja atau masyarakat yang tinggal pada area metropolitan.  Begitu juga dengan para pelaku public relations, pada masa sekarang ini tidak seorangpun PR  yang mampu bertahan pada posisinya tanpa bantuan dari teknologi komunikasi.

Public relation adalah teknik menyampaikan pesan kepada publik agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan bertujuan untuk menciptakan citra positif perusahaan / produk di mata masyarakat. Public relation pada masa-masa sebelumnya, digunakan untuk orasi, diskusi, debat terbuka, kampanye, atau segala sesuatu yang berkaitan dengan propaganda politik. Namun pada perkembangannya, public relation digunakan berbagai perusahaan untuk hubungan dengan masyarakat yang berkaitan pada kegiatan ekonomi seperti kegiatan promosi, pemasangan iklan, kerja sama dengan pihak lain, dsb. Selain itu, public relation juga berguna untuk mengantisipasi konflik yang terjadi pada perusahaan sebagai media penghubung agar komunikasi antarpihak yang berkonflik berjalan dengan baik.

Perkembangan teknologi memudahkan aktivitas public relation. Jika dahulu public relation harus dilakukan langsung di hadapan publik, yang mana seorang penyampai pesan berdiri di tengah khalayak ramai, kini hal seperti itu tidak perlu. Melalui media massa, baik cetak (koran, majalah, tabloid, poster, pamflet, dll) maupun siaran (televisi, radio, video), kegiatan public relation justru lebih efektif dilakukan. Jangkauan audience lebih luas dan pesan yang tersampaikan pada masyarakat juga lebih beragam dalam satu waktu. Dan dengan adanya internet, public relation dapat dilakukan secara online di dunia maya melalui email, chatting, web pages, blog, dsb.

Hal penting yang harus PR perhatikan dalam menggunakan teknologi komunikasi yang sedang berkembang ini adalah menggunakan teknik yang lebih kreatif seperti annual reports, press releases, telekonferensi, news conference, konferensi pers, advertorial, public tour, atau orasi langsung. Teknik public relation ini juga dipengaruhi siapa dan bagaimana target audience, tergantung dari interest audience yang dimaksud.

Walaupun press releases, press kit dan pitch letter menjadi alat yang dominan dalam perkembangan dunia PR. Akan tetapi, sekarang ini, perkembangan teknologi membuat munculnya alat PR baru seperti video, audio dan komunikasi komputer. Alat-alat hasil perkembangan teknologi ini mampu menjangkau khalayak sangat luas dimana dahulu itu dianggap mustahil. Ada beberapa perkembangan teknologi pada dunia PR, diantaranya munculnya teknologi baru seperti di bidang press releases seperti munculnya video news releases (VNR), webcast, dan satelit media tours (SMT).

 Saat ini banyak praktisi PR berbicara atas nama perusahaan telah mempertimbangkan penggunaan internet sebagai salah satu strategi komunikasi PR. Mereka tidak punya pilihan lain dan menjadikan internet sebagi bagian dari budaya perusahaan. Melalui internet ini pula setiap individu bisa menjadi penerbit, konsumen atau melakukan kampanye untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Kini telah banyak pebisnis yang menggunakan E-PR, karena menggunakan media elektronik seperti internet untuk membangun hubungan antara bisnis di suatu perusahaan dan publik audiens.

Selain fasilitas internet professional yang bisa digunakan oleh seorang PR, sekarang banyak jejaring sosial yang berkembang pada dunia maya. Jejaring sosial menjadi trend tersendiri bagi para pengguna internet terutama kalangan anak muda. Menjadi kesempatan besar bagi pelaku PR untuk mengembangkan jangkauan publik melalui jejaring sosial. Jejaring sosial sangat berguna bagi publikasi karena menggunakan berbagai fasilitas. Beberapa contoh jejaring sosial yang biasa dipergunakan oleh pelaku pr untuk publikasi adalah Facebook dan Twitter.

Indonesia dan Masyarakat Informasi, Implementasi teknologi, Kesenjangan digital dan teori Difusi Inovasi

Difusi Inovasi adalah teori tentang bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan . Teori ini dipopulerkan oleh Everett Rogers pada tahun 1964 melalui bukunya yang berjudul Diffusion of Innovations. Ia mendefinisikan difusi sebagai proses dimana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui berbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial.

Information society atau masyarakat Informasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat dan sebuah ekonomi yang dapat membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru (new information and communication technologies.

Dalam masyarakat informasi orang akan mendapatkan keuntungan yang penuh dari teknologi baru dalam segala aspek kehidupan:Di tempat kerja, di rumah dan tempat bermain. Contoh dari ICT’s adalah: ATM untuk penarikan tunai dan pelayan perbankan lainnya, telepon genggam(handphone), teletext television, faxes dan pelayan informasi seperti juga internet, e-mail, mailinglist, serta komunitas maya (virtual community) lainnya.

Implementasi  teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauh mana teknologi Komunikasi tersebut mampu membuka akses pada berbagai pelayanan dan jarinagan informasi. Semakin banyak pelayanan dan jaringan informasi yang bisa diakses oleh sebuah teknologi komunikasi, semakin banyak pula orang yang mengimplementasikannya.

Implementasi tek kom memaksa individu melakukan adaptasi agar melewati prosesnya dengan baik. Adaptasi tersebut adalah penyesuaian nilai-nilai yang dibawa teknologi komunikasi dengan kondisi sosio-kultural dimana individu tersebut tinggal.

Salah satu sektor industri yang sedang berkembang pesat saat ini adalah sektor industri di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Berbagai bidang kehidupan masyarakat di Indonesia mulai terkena dampak global di bidang kemajuan teknologi. Tidak bisa dipungkiri jika setiap individu berlomba untuk mendapatkan akses yang murah, cepat, dan efisien.

Harga komputer, laptop/notebook, mobile phone kaya fitur, modem internet, serta layanan internet semakin menjanjikan di tengah kondisi masyarakat yang haus akan teknologi. Teknologi informasi dan telekomunikasi, keduanya saling mendukung dan melengkapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Kondisi ini memunculkan masalah baru di tingkat pemerataan penggunaan layanan teknologi informasi dan komunikasi yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal inilah yang sebenarnya memunculkan istilah kesenjangan digital.

Teori Technological Determinism dari Marshall McLuhan

  1. a.      Penjelasan tentang Teori Technological Determinism

Marshall McLuhan adalah pencetus dari teori determinisme teknologi ini pada tahun 1962 melalui tulisannya The Guttenberg Galaxy : The Making of Typographic Man. Dasar teorinya adalah perubahan pada cara berkomunikasi akan membentuk cara berpikir, berperilaku, dan bergerak ke abad teknologi selanjutnya di dalam kehidupan manusia. Sebagai intinya adalah determinisme teori, yaitu penemuan atau perkembangan teknologi komunikasi merupakan faktor yang mengubah kebudayaan manusia. Di mana menurut McLuhan, eksistensi manusia ditentukan oleh perubahan mode komunikasi.

McLuhan berpikir bahwa budaya kita dibentuk oleh bagaimana cara kita berkomunikasi. Paling tidak, ada beberapa tahapan yang layak disimak. Pertama, penemuan dalam teknologi komunikasi menyebabkan perubahan budaya. Kedua, perubahan di dalam jenis-jenis komunikasi akhirnya membentuk kehidupan manusia. Ketiga, sebagaimana yang dikatakan McLuhan bahwa “Kita membentuk peralatan untuk berkomunikasi, dan akhirnya peralatan untuk berkomunikasi yang kita gunakan itu akhirnya membentuk atau mempengaruhi kehidupan kita sendiri”.

 

 

  1. b.      Dampak positif dan atau negatif dari Teknologi Komunikasi  dalam kehidupan masyarakatmenggunakan perspektif dari  teoriTechnological Determinism.

 

Media tak lain adalah alat untuk memperkuat, memperkeras dan memperluas fungsi dan perasaan manusia. Dengan kata lain, masing-masing penemuan media baru yang kita betul-betul dipertimbangkan untuk memperluas beberapa kemampuan dan kecakapan manusia.

Mengikuti teori ini, ada beberapa perubahan besar yang mengikuti perkembangan teknologi dalam berkomunikasi. Pertama-tama adalah era kesukuan. Era ini kemudian diikuti oleh era tulisan, kemudian era mesin cetak dan terakhir adalah era media elektronik dimana kita berada sekarang.

Pertama, era kesukuan atau the tribal age. Pada periode ini, manusia hanya mengandalkan indera pendengaran dalam berkomunikasi. Mengucapkan secara lisan berupa dongeng, cerita, dan sejenisnya. Kedua, era tulisan atau the age of literacy. Manusia telah menemukan alfabet atau huruf sehingga tidak lagi mengandalkan lisan, melainkan mengandalkan pada tulisan. Ketiga, era cetak atau the print age. Masih ada kesinambungan dengan alfabet, namun lebih meluas manfaatnya karena telah ditemukan mesin cetak. Keempat, era elektronik atau the electronic age. Contoh dari teknologi komunikasi yaitu telephon, radio, telegram, film, televisi, komputer, dan internet sehingga manusia seperti hidup dalam global village.

Contoh yang dapat ditemui dalam realita yaitu perkembangan teknologi yang semakin maju membuat segalanya serba ingin cepat dan instan. Teknologi sebagai peralatan yang memudahkan kerja manusia membuat budaya ingin selalu dipermudah dan menghindari kerja keras maupun ketekunan. Teknologi juga membuat seseorang berpikir tentang dirinya sendiri. Jiwa sosialnya melemah sebab merasa bahwa tidak memerlukan bantuan orang lain jika menghendaki sesuatu, cukup dengan teknologi sebagai solusinya. Akibatnya, tak jarang kepada tetangga dekat kurang begitu akrab karena telah memiliki komunitas sendiri, meskipun jarak memisahkan, namun berkat teknologi tak terbatas ruang dan waktu.

Dampak positif dari teknologi komunikasi saat ini yaitu berkembangnya sarana informasi yang cepat sehinga penyebaran dapat dilakukan dengan serentak dan tidak ketinggala jaman. Pemerataan informasi pun lebih mudah. Selain itu perkembangan teknologi saat ini sangat pesat sehingga semua serba maju dan mudah untuk dilakukan.

Dampak negatifnya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu membuat manusia menjadi malas untuk berusaha dan bekerja keras karena merasa semuanya instan dan mudah untuk dilakukan. Kemajuan teknologi saat ini juga berpengaruh pada perilaku social masyarakat yang semakin hari semakin terlihat individual atau sibuk sendiri.

Solusi agar budaya yang dibentuk di era elektronik ini tetap positif, maka harus disertai dengan perkembangan mental dan spiritual. Diharapkan informasi yang diperoleh dapat diolah oleh pikiran yang jernih sehingga menciptakan kebudayaan-kebudayaan yang sesuai dengan apa yang seharusnya.

Perkembangan Teknologi Komunikasi mempunyai implikasi kepada Karakterisitik dari bentuk komunikasi Interpersonal, Massa, Interaktif

Teknologi adalah alat atau sistem yang dapat meningkatkan kemampuan atau mempermudah kehidupan manusia. Secara definisi Teknologi Komunikasi adalah alat atau sistem yang dapat meningkatkan kemampuannya berkomunikasi atau mempermudah proses penyampaian dan penerimaan pesan.

Menurut Rogers (1986) ada empat era evolusi komunikasi manusia, yakni era writing, era printing, era telecommunication dan era komunikasi interaktif. Perkembangan teknologi komunikasi mencakup beberapa bentuk perkembangan, yaitu serat optik, digitalisasi, konvergensi teknologi, dan teknologi jaringan.

Berikut adalah perbedaan komunikasi interaktif dengan komunikasi interpersonal dan komunikasi massa :

No

Karakteristik

Komunikasi

Komunikasi

Interpersonal

Interaktif

Media Massa

1.

Arus pesan

One-to-one

Many-to-many

One-to-many

2.

Sumber pengetahuan terhadap audience

Sumber memiliki pengetahuan terhadap penerima

Sumber mungkin mempunyai kesepakatan dengan partisipan secara interaktif

Sumber adalah organisasi media dengan sedikit pengetahuan terhadap penerima

3.

Segmentasi

Tinggi (demassified)

Tinggi (demassified)

Rendah (massified)

4.

Tingkat interaktif

Tinggi

Tinggi

Rendah

5.

Feedback

Baik dan segera

Kadang terbatas, langsung, dan tertunda

Sangat terbatas dan tertunda

6.

Asynchronicity (menyimpan pesan)

Rendah

Tinggi

Rendah kecuali buku dan surat kabar

7.

Hubungan sosio-emosional

Tinggi

Rendah

Rendah

8.

Isyarat non-verbal

Banyak

Beberapa

Visual banyak, audio tidak

9.

Kontrol arus komunikasi

Berpotensi saling mengontrol

Berpotensi saling mengontrol

Sedikit kontrol dari penerima

10.

Privasi

Rendah

Biasanya rendah

Tinggi

Berdasarkan tabel di atas, komunikasi interpersonal memiliki arus pesan “one-to-one” yaitu arus pesan itu terjadi dari satu ke satru orang lainnya dimana komunikator memiliki pengetahuan  yang jelas atau karakteristik untuk memberikan nformasi kepada komunikannya. Contoh teknologi komunikasi yang memenuhi karakteristik interpersonal yaitu Handphone yang memfasilitasi dua orang dapat berkomunikasi melalui pesan singkat.

Kedua yaitu komunikasi interaktif, yang dalam berbagi pesan  berarus “many-to-many” ,yaitu banyak ke banyak. Dalam komunikasi Interaktif, peserta komunikasi dituntut untuk berinteraksi dan bertransaksi informasi, namun feedback yang diterima kadang terbatas, langsung dan tertunda. Hal ini disebabkan adanya media yang digunakan dalam berkomunikasi. seperti contoh dalam forum diskusi facebook suatu kelompok. informasi yang disebarkan many-to-many namun beberapa anggots forum tidak selalu update dalam forum tersebut, sehingga feedback bisa tertunda.

Komunikasi Massa Bersifat Umum : Pesan Komunikasi yang disampaikan melalui media massa adalah terbuka bagi semua orang . Benda-benda yang tercetak , film , radio , dan televisi apabila digunakan untuk keperluan pribadi dalam lingkupan organisasi yang tertutup , tidak dapat dikatakan komunikasi Massa. Hubungan komunikator-komunikan bersifat Non-Pribadi : Dalam komunikasi Massa ,hubungan antara komunikator dengan komunikan bersifat non-pribadi , karena komunikan yang anonim dicapai oleh orang-orang yang dikenal hanya dalam peranannya yang bersifat umum sebagai komunikator.

Internet adalah salah satu contoh media komunikasi yang memiliki dua karakteristik, yaitu interpersonal dan media massa. Pertama interpersonal karena internet memiliki fasilitas e-mail dan chatting yang dapat menghubungkan dua orang untuk berkomunikasi. Kedua sebagai media massa  karena internet memiliki website yang bisa menjadi sarana seseorang untuk memberikan informasi ke banyak orang.

KORELASI PERADABAN MANUSIA DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Hampir semua tentang manusia dan kehidupannya, selalu berhubungan dengan komunikasi. Komunikasi adalah suatu proses dimana pihak-pihak peserta saling berinteraksi dengan tujuan untuk mencapai pengertian bersama yang lebih baik mengenai masalah yang penting bagi semua pihak, dan teknologi adalah alat yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja atau struktur atau sistem dimana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan seseorang. Selain itu, sebenarnya komunikasi sendiri memiliki banyak definisi dari berbagai ahli, misalnya Trenholm dan Jensen mendefinisikan komunikasi sebagai, “ A process by which a source transmits a message to receiver through some channel” (Sebuah proses dimana sebuah sumber mengirimkan pesan ke penerima melalui beberapa saluran).

Komunikasi ini memiliki banyak sekali bentuk. Berkat makin majunya teknologi, komunikasi telah berkembang dan berubah bentuknya. Media-media komunikasi sudah semakin maju, dan mampu memberikan pelayanan dan fungsi-fungsi yang lebih efektif dan efisien dalam berkomunikasi.. Sejak dulu teknologi sudah ada dan manusia sudah menggunakan teknologi dan pada hakekatnya perilaku manusia adalah untuk berkomunikasi. Teknologi berupa sarana manusia dalam kehidupan berkomunikasi dan berbudaya. Seiring berkembanganya teknologi, terjadi perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, filsafat dan lainnya.

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di seluruh dunia telah membuat hidup manusia menjadi semakin mudah. Terutama sejak diciptakannya jaringan internet, komunikasi menjadi semakin tidak terbatas dan tanpa hambatan, baik hambatan geografis maupun hambatan waktu. Kita dapat segera berkomunikasi dengan keluarga/saudara/teman yang berada di belahan dunia lain secara langsung melalui jaringan internet.

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa melepaskan diri dari kemutlakan komunikasi. Bahkan dalam  keadaan diam  pun, tanpa kita sadari kita mengkomunikasikan sesuatu dari berbagai macam hal, bisa saja dari sikap tubuh, mimik wajah, helaan nafas, baju yang dikenakan, atau apapun itu. Hal ini karena komunikasi merupakan ilmu interdisipliner yang membuatnya menjadi sangat penting untuk dipelajari, dimengerti, dan dipahami, serta dilakukan. Seluruh ilmu yang ada didunia ini menggunakan komunikasi sebagai pusatnya. Itulah perkembangan komunikasi, yang pengaruhnya begitu besar dalam kehidupan berbudaya di masyarakat termasuk perkembangan teknologinya.

Dampak positif dari berkembangnya teknologi komunikasi yang terjadi di masyarakat sebagai contoh adalah semua orang dapat menjadi sumber informasi sehingga membuat masing-masing dapat saling bertukar informasi dengan cara berkomunikasi. Sebelum berkembangnya teknologi komunikasi, informasi yang disebar haruslah dengan cara tatap muka. Akan tetapi, setelah adanya perkembangan teknologi komunikasi, informasi itu pun menyebar sampai kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cepat melalui media-media yang ada seperti handphone, pengeras suara, internet, telegram, telepon, radio, televisi, dan lain-lain. Selain itu, contoh lainnya adalah kebudayaan dimiliki oleh setiap kelompok dari setiap daerah . Tidak hanya dengan penampilan atau pertunjukkan saja budaya itu dipublikasikan. Dengan TIK pun, antar kelompok masyarakat dapat menyampaikan kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing untuk kemudian dipelajari dan dilestarikan. Tidak hanya dalam satu Negara, tetapi dapat juga antar Negara.

Selain berdampak positif, perkembangan teknologi komunikasi juga mampu menimbulkan dampak negatif. Sebagai contoh adalah dengan berkembangnya teknologi komunikasi mampu mengurangi intensitas saling bertatap muka dalam berkomunikasi. Bahkan keberadaan social network jadi lebih sensitif dan lebih “galak” karena kurang efektif pembicaraannya. Selain itu, perkembangan teknologi ini juga mampu menyebabkan surutnya efektivitas penggunaan  media komunikasi tradisional. Contoh lain yang merupakan pengaruh negatif dalam  kehidupan berbudaya yaitu masuknya budaya asing, baik dari penampilan maupun gaya hidup yang masuk ke kelompok-kelompok masyarakat mampu mengubah kebiasaan atau tatanan hidup mereka. Tidak hanya budaya baik yang ada, tetapi budaya yang kurang baik pun dapat masuk dengan mudah apabila tidak difilter secara dini, budaya tersebut bukannya membangun tapi malah justru mengerogoti budaya asli yang ada di kelompok tersebut. Sehingga dengan adanya perubahan zaman, masyarakat harus bisa memilah dampak yang baik bagi kehidupan budayanya.

KORELASI PERADA…

KORELASI PERADABAN MANUSIA DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Hampir semua tentang manusia dan kehidupannya, selalu berhubungan dengan komunikasi. Komunikasi adalah suatu proses dimana pihak-pihak peserta saling berinteraksi dengan tujuan untuk mencapai pengertian bersama yang lebih baik mengenai masalah yang penting bagi semua pihak, dan teknologi adalah alat yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja atau struktur atau sistem dimana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan seseorang. Selain itu, sebenarnya komunikasi sendiri memiliki banyak definisi dari berbagai ahli, misalnya Trenholm dan Jensen mendefinisikan komunikasi sebagai, “ A process by which a source transmits a message to receiver through some channel” (Sebuah proses dimana sebuah sumber mengirimkan pesan ke penerima melalui beberapa saluran).

Komunikasi ini memiliki banyak sekali bentuk. Berkat makin majunya teknologi, komunikasi telah berkembang dan berubah bentuknya. Media-media komunikasi sudah semakin maju, dan mampu memberikan pelayanan dan fungsi-fungsi yang lebih efektif dan efisien dalam berkomunikasi.. Sejak dulu teknologi sudah ada dan manusia sudah menggunakan teknologi dan pada hakekatnya perilaku manusia adalah untuk berkomunikasi. Teknologi berupa sarana manusia dalam kehidupan berkomunikasi dan berbudaya. Seiring berkembanganya teknologi, terjadi perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, filsafat dan lainnya.

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di seluruh dunia telah membuat hidup manusia menjadi semakin mudah. Terutama sejak diciptakannya jaringan internet, komunikasi menjadi semakin tidak terbatas dan tanpa hambatan, baik hambatan geografis maupun hambatan waktu. Kita dapat segera berkomunikasi dengan keluarga/saudara/teman yang berada di belahan dunia lain secara langsung melalui jaringan internet.

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa melepaskan diri dari kemutlakan komunikasi. Bahkan dalam  keadaan diam  pun, tanpa kita sadari kita mengkomunikasikan sesuatu dari berbagai macam hal, bisa saja dari sikap tubuh, mimik wajah, helaan nafas, baju yang dikenakan, atau apapun itu. Hal ini karena komunikasi merupakan ilmu interdisipliner yang membuatnya menjadi sangat penting untuk dipelajari, dimengerti, dan dipahami, serta dilakukan. Seluruh ilmu yang ada didunia ini menggunakan komunikasi sebagai pusatnya. Itulah perkembangan komunikasi, yang pengaruhnya begitu besar dalam kehidupan berbudaya di masyarakat termasuk perkembangan teknologinya.

Dampak positif dari berkembangnya teknologi komunikasi yang terjadi di masyarakat sebagai contoh adalah semua orang dapat menjadi sumber informasi sehingga membuat masing-masing dapat saling bertukar informasi dengan cara berkomunikasi. Sebelum berkembangnya teknologi komunikasi, informasi yang disebar haruslah dengan cara tatap muka. Akan tetapi, setelah adanya perkembangan teknologi komunikasi, informasi itu pun menyebar sampai kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cepat melalui media-media yang ada seperti handphone, pengeras suara, internet, telegram, telepon, radio, televisi, dan lain-lain. Selain itu, contoh lainnya adalah kebudayaan dimiliki oleh setiap kelompok dari setiap daerah . Tidak hanya dengan penampilan atau pertunjukkan saja budaya itu dipublikasikan. Dengan TIK pun, antar kelompok masyarakat dapat menyampaikan kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing untuk kemudian dipelajari dan dilestarikan. Tidak hanya dalam satu Negara, tetapi dapat juga antar Negara.

Selain berdampak positif, perkembangan teknologi komunikasi juga mampu menimbulkan dampak negatif. Sebagai contoh adalah dengan berkembangnya teknologi komunikasi mampu mengurangi intensitas saling bertatap muka dalam berkomunikasi. Bahkan keberadaan social network jadi lebih sensitif dan lebih “galak” karena kurang efektif pembicaraannya. Selain itu, perkembangan teknologi ini juga mampu menyebabkan surutnya efektivitas penggunaan  media komunikasi tradisional. Contoh lain yang merupakan pengaruh negatif dalam  kehidupan berbudaya yaitu masuknya budaya asing, baik dari penampilan maupun gaya hidup yang masuk ke kelompok-kelompok masyarakat mampu mengubah kebiasaan atau tatanan hidup mereka. Tidak hanya budaya baik yang ada, tetapi budaya yang kurang baik pun dapat masuk dengan mudah apabila tidak difilter secara dini, budaya tersebut bukannya membangun tapi malah justru mengerogoti budaya asli yang ada di kelompok tersebut. Sehingga dengan adanya perubahan zaman, masyarakat harus bisa memilah dampak yang baik bagi kehidupan budayanya.